Senin, 07 Desember 2015

Karena kami anak rantau kemarin sore


Kesedihan yang sering dialami oleh anak rantau kemarin sore, yang hidup dikota besar kemudian berpindah ke tempat terpencil. Belum sepenuhnya bisa membaur dengan lingkungan. Masih ada bayang bayang gemerlapnya dan nikmatnya fasilitas ketika hidup dikota.

Merantau, entah untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja akan mengalami masa-masa pancaroba, yaitu perpindahan dari kehidupan bersama keluarga ke kehidupan yang mengajarkan kemandirian.

Ada beberapa situasi yang sering membuat galau anak rantau kemarin sore seperti kami,

1.      > Malam di hari libur, biasanya menjadi malam yang panjang untuk hang out namun kini menjadi malam yang panjang untuk bermimpi.
Ketika esok hari libur, ingin rasanya menghabiskan waktu sampai larut malam untuk nongkrong di mall, nonton bioskop film mith night, karokean atau berbagai kegiatan yang bias any kami lakukan di kota. Tapi apalah daya kami yang merantau di tempat terpencil, malam hanya bertemankan suara kodok dan jangkrik.

2.      > Saat hujan gerimis seakan badai hati itu mengamuk,
Kesedihan tak kalah melanda ketika hujan mulai turun, awan yang gelap seakan membawa banyak kenangan yang datang. Biasaya di waktu seperti ini di rumah dahulu kami akan menghabiskan waktu untuk membuat cemilan dan kemudian dinikmati bersama keluarga sambil menonton TV, sambil bercanda dan berebutan canel tv kesukaan. Di rantauan ini hanya bisa menarik selimut, menutup muka dan mencegah kerinduan itu datang dan jikalau tak bisa menahan hanya berusaha untuk tidur lelap..

3.      > Di saat lapar, dahulu ada banyak pilihan tinggal tekan ini atau itu.. tinggal pilih
Dulu saat kelaparan di kota ada2 saja yang bisa diandalkan untuk membawakan makanan kalaupun tidak, ada delivery order 14022 atau 14035 dan masih banyak lagi , sekarang mau telpon siapa pos security di depan kantor. Hahaha…

Yah paling syukur kalau ada mie instan kalau persediaan mie pun habis, apalah daya .. nangis lagi…
4.      > Saat sakit, pelukan itu yang kubutuhkan
Keluarga merukapan andalan terbaik ketika sakit, namun diperantauan rasa sedih akan menyelimuti dirimu. Ibu adalah dambaat dan obat terbaik di saat seperti ini.

5.     > Saat teman mu tidak peka lagi terhadapmu
Hidup diperantauan akan mengajarkan mu beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga teman adalah harta terbaik yang kau miliki. Namun ada waktunya teman yang kau ingin minta bantuaanya tidak peka terhadapmu atau malah menolak mentah2 untuk membantumu. Siapa yang harus disalahkan ketika keadaannya seperti ini. Tak ada yang salah kawan mungkin dia hanya “Lelah” .

Kami anak rantau kemarin sore masih belajar untuk hidup diperantauan,
Kami anak rantau kemarin sore masih berusaha menghapus bayang bayang indah dunia kota dan fasilitasnya,
Masih mencoba belajar bertahan dari kerasnya hidup tanpa keluarga
Kami anak rantau masih belajar untuk tidak manja...