Kesedihan yang sering dialami oleh anak rantau kemarin sore,
yang hidup dikota besar kemudian berpindah ke tempat terpencil. Belum sepenuhnya
bisa membaur dengan lingkungan. Masih ada bayang bayang gemerlapnya dan
nikmatnya fasilitas ketika hidup dikota.
Merantau, entah untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja
akan mengalami masa-masa pancaroba, yaitu perpindahan dari kehidupan bersama
keluarga ke kehidupan yang mengajarkan kemandirian.
Ada beberapa situasi yang sering membuat galau anak rantau
kemarin sore seperti kami,
1.
> Malam
di hari libur, biasanya menjadi malam yang panjang untuk hang out namun kini
menjadi malam yang panjang untuk bermimpi.
Ketika esok hari libur, ingin rasanya
menghabiskan waktu sampai larut malam untuk nongkrong di mall, nonton bioskop film
mith night, karokean atau berbagai kegiatan yang bias any kami lakukan di kota.
Tapi apalah daya kami yang merantau di tempat terpencil, malam hanya
bertemankan suara kodok dan jangkrik.
2.
> Saat
hujan gerimis seakan badai hati itu mengamuk,
Kesedihan tak kalah melanda ketika
hujan mulai turun, awan yang gelap seakan membawa banyak kenangan yang datang. Biasaya
di waktu seperti ini di rumah dahulu kami akan menghabiskan waktu untuk membuat
cemilan dan kemudian dinikmati bersama keluarga sambil menonton TV, sambil
bercanda dan berebutan canel tv kesukaan. Di rantauan ini hanya bisa menarik
selimut, menutup muka dan mencegah kerinduan itu datang dan jikalau tak bisa
menahan hanya berusaha untuk tidur lelap..
3.
> Di
saat lapar, dahulu ada banyak pilihan tinggal tekan ini atau itu.. tinggal
pilih
Dulu saat kelaparan di kota ada2 saja
yang bisa diandalkan untuk membawakan makanan kalaupun tidak, ada delivery
order 14022 atau 14035 dan masih banyak lagi , sekarang mau telpon siapa pos
security di depan kantor. Hahaha…
Yah paling syukur kalau ada mie
instan kalau persediaan mie pun habis, apalah daya .. nangis lagi…
4.
> Saat
sakit, pelukan itu yang kubutuhkan
Keluarga merukapan andalan terbaik
ketika sakit, namun diperantauan rasa sedih akan menyelimuti dirimu. Ibu adalah
dambaat dan obat terbaik di saat seperti ini.
5. >
Saat
teman mu tidak peka lagi terhadapmu
Hidup diperantauan akan mengajarkan
mu beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga teman adalah harta terbaik yang
kau miliki. Namun ada waktunya teman yang kau ingin minta bantuaanya tidak peka
terhadapmu atau malah menolak mentah2 untuk membantumu. Siapa yang harus
disalahkan ketika keadaannya seperti ini. Tak ada yang salah kawan mungkin dia
hanya “Lelah” .
Kami anak rantau kemarin sore masih
belajar untuk hidup diperantauan,
Kami anak rantau kemarin sore masih
berusaha menghapus bayang bayang indah dunia kota dan fasilitasnya,
Masih mencoba belajar bertahan dari
kerasnya hidup tanpa keluarga
Kami anak rantau masih belajar untuk
tidak manja...