Rabu, 18 November 2015

Kesedihan Anak Rantau


Kolaka Utara
Tak pernah sekalipun membayangkan akan ada di tempat ini, Pomalaa-kolaka-Sulawesi Tenggara. 
Merantau … kata yang sejak dulu sudah terbiasa kudengar tetapi baru sekarang sekarang kurasakan.  Tinggal jauh dari keluarga dan sahabat, memulai kehidupan baru dengan lingkungan dan teman baru. 

Sekarang sudah 3 bulan saya ditampat ini menyangdang status sebagai anak rantau. Kadang perasaan rindu itu akan tiba2 tiba muncul di keheningan dan kegelapa malam.
Tiga bulan di tempat ini dapat teman baru, pengalaman baru, suasana baru, dan cerita kehidupan yang baru. Tak pernah sedikitpun terlintas bayangan untuk tinggal di kota ini “Pomalaa”. 
Kota kecil di daeah sulawesi tenggara, kota yang sangat mengagumkan. Jika kalian melihat kota ini begitu makmur dan damai. Di makassar tak pernah saya temui gunung dan pantai berseblahan, tapi di kota ini seperti itu. Disisi kanan gunung di sisi kirinya lautan, di depan lautan di belakangnya pegunungan.

Tempat wisatanyapun laut dan gunung. 

Disini sebenarnya bukan daerah terpencil, karena sudah terdapat bandara yang beroperasi setiap hari dengan 3 kali penerbangan perharinya. Tapi dalam lubuk hati yang terdalam saya masih merasa daerah ini terpencil.
Tak ada kendaraan umum yang banyak lalu lalang seperti dikota Makassar, kota metropolitan yang sangat kurindu.

Tetes air hujan yang turun di musim penghujan ini sepertinya tak hanya membawa hujan dan rasa dingin, tetapi membawa rindu dan kenangan.  Kehangatan akan kebersamaan keluarga dan sahabat kini jadi moment yang akan selalu kurindukan.  Hari libur yang ditunggu2 akan menjadi pengobat rindu yang ampuh untuk bertemu dan berbagi cerita.

Pantai harapan
Di kota ini aku akan melanjutkan perjalanan hidup dalam beberapa bulan atau mungkin bebrapa tahun atau puluhan tahun, semua hanya Allah yang tahu.
Rindu keluarga, sahabat, dan kekasih menjadi makanan setiap hari yang akan dirasakan sang anak rantau, jangan tanyakan ada berpa tetes air mata yang sudah mengalir, ada banyak cerita yang terpendam. Sebenarnya predikat anak rantau itu tidak mudah kawan.
Tetapi kekuatan dari sekitar, sesama anak rantau akan mengutkanmu sedikit demi sedikit, dan dari sinilah kau mulai belajar menjadi dewasa, menjadi seseorang yang mandiri. Dan kemudian hari akan menjadi anak rantau yang tidak cengeng lagi. 
Aamiin….